February 23, 2008

Kekuatan Iman Kepercayaan..

Filed under: halaman 3

Keberhasilan berarti banyak hal yang mengagumkan dan positif. Keberhasilan berarti kesejahteraan pribadi. Keberhasilan adalah tujuan hidup. Setiap orang menginginkan yang terbaik dari hidup ini .  Tk seorang-pun senang akan ketidakmampuan. Tk seorang-pun senang merasa inferior. Tak seorang-pun senang dipermainkan.

Salah satu kearifan pembangun keberhasilan adalah legenda kuno bahwa iman dapat memindahkan gunung.  Percaya, benar-benar percaya bahwa kita dapat memindahkan gunung,  maka kita-pun mampu melakukannya. Dan, kesangsian berjalan beersama-sama dengan kegagalan.

Barangkali kita pernah mendengar orang berkata, " omong kosong kalau anda mengira dapat memindahkan gunung hanya dengan mengatakan, ‘gunung.. pindahlah’   benar-benar tidak mungkin..".

Mereka yang berpikir seperti ini mengelirukan kepercayaan atau iman dengan angan-angan. Dan memang benar,  kita tidak dapat memindahkan gunung hanya dengan mengangankannya saja.  Dan kita tidak akan mendapatkan kerjaan yang lebih baik , kehidupan yang lebih baik, atau apa saja hanya dengan mengangankannya saja.  Akan tetapi kita dapat memindahkan gunung dengan kepercayaan diri yang kuat.  Cara terbaik untuk memperoleh keberhasilan adalah dengan percaya bahwa kita dapat berhasil.  Jika kita percaya,  dan benar-benar percaya bahwa cita-cita dapat diraih, maka "bagaimana melakukannya" -pun berkembang secara otomatis.

Setiap hari orang2x memulai pekerjaan yang baru. Masing-masing dari mereka ‘mengangankan’ bahwa suatu hari mereka menikmati keberhasilan mereka menuju puncak. Namun, mayoritas orang2x ini benar-benar tidak mempunyai kepercayaan yang kuat yang diperlukan untuk mencapai jenjang tertinggi. Dan mereka-pun tidak pernah mencapai puncak. Percaya bahwa tidak mungkin untuk mendaki tinggi , mereka-pun tidak menemukan langkah-langkah untuk mencapai puncak. Dan ini adalah sikap orang kebanyakan.

Akan tetapi beberapa orang benar2x percaya bahwa mereka akan berhasil,  mereka belajar, bertanya dan berdo’a. Dan dengan kepercayaan besar, mereka-pun mencapai puncak. Dan itu bukannya tidak mungkin . Mereka belajar mengamati tiap-tiap kesalahan, dan memperbaikinya. dan bukan mustahil mereka-pun menjadi berhasil. Cara melakukannya selalu mencul untuk orang yang percaya ia dapat melakukannya. Kepercayaan yang kuat menggerakkan pikiran untuk mencari jalan dan sarana serta cara melakukannya.

Di zaman modern ini kepercayaan mengerjakan hanl-hal yang jauh lebih besar daripada memindahkan gunung. Kepercayaan bahwa luar angkasa dapat dikuasai , melahirkan para ahli astronomi dan ratusan astronot yang berhasil mengadakan perjalanan luar angkasa. Tanpa kepercayaan yang kuat , para ilmuwan tidak akan mmpunyai keberanian, minat dan antusias untuk maju.

Percaya , benar-benar percaya bahwa kita dapat berhasil , maka kita akan berhasil.

February 15, 2008

Idul Adha

Filed under: halaman 3

soleh

Semarak Idul Adha menyemai ke seluruh penjuru dunia..umat muslim merayakan dengan penuh hikmah dan teratur..diawali dengan Sholat Ied di masjid-masjid, berkumpul ke sesama keluarga..dan berkurban hewan sapi, kambing, atau yang lainnya yg di sahkan. Setelah itu..ngantri daging..ini dia yg ditunggu-tunggu. Lumayan dapet daging gratis..kapan lagi. kata Ery mah..setahun sekali makan daging..makan jadi nambah..gara-gara daging..sehari bisa 4 piring..gila..maklum..biasa makan oncom..sekalinya makan daging..kagak bisa tidur..nambah terus..yahhy..puas-puasin aja makannya..kapan lagi. .   asal jangan alergi aja…emoticon

Berpikir Besar..

Filed under: halaman 3

Kita semua,  lebih dari yang kita sadari, adalah produk dari cara berpikir disekeliling kita.  Dan kebanyakan dari cara berpikir ini adalah kecil,  tidak besar.  Semua disekeliling kita (teman, saudara, keluarga) adalah lingkungan yang berusaha menarik kita kebawah –ke keadaan sedang-sedng saja. Kita diberitahu hampir setiap hari bahwa sukses adalah hanya untuk orang-orang yang memilik imateri atau keahlian lebih. , dan sedikit kesempatan untuk kita menuju ke atas meraih cita-cita.  Jadi,  mengapa berusaha keras mendapatkan sesuatu yang mustahil.
Lingkungan kecil ini mengatakan hal-hal lain pula bahwa “apapun yang terjadi , terjadilah , dan takdir berada diluar kendali kita”.  Jadi, lupakan mimpi-mimpi itu ,lupakan rencana masa depan,  lupakan kehidupan yang lebih baik, mundurlah. Berbaringlah dan nantikan apa yang datang kepada kita.  Dan lingkungan yang negatif memaksa pikiran kita untuk tidak usah melakukan apa-apa. Dan lakukanlah pekerjaan biasa-biasa saja,  inilah takdir kita. Sepertinya rasa takut telah menguasai pikirannya.
Tokoh seperti Nabi Daud pernah menulis, “manusia sesungguhnya adalah apa yang ia pikirkan di dalam hatinya” .Tokoh seperti Emerson mengatakan “manusia yang agung adalah mereka yang mgetahui bahwa pikiran menguasai dunia”.  Tokoh yang amat extreem seperti shakespeare yang melihat “tak ada yang baik atau buruk kecuali pikiran membuatnya demikian”. 
Jika pikiran kecil hanya membawa kita ke arah sedang-sedang saja, maka cobalah untuk berpikir besar.  Rencanakanlah masa depan,  buatlah daftar kegiatan rutin –seperti: belajar, membaca, bertanya, berdo’a – yang akan mendorong kita ke arah yanglebih baik. Aturlah lingkungan kita,  dan memohonlah kepada Tuhan untuk kehidupan indah yang sesuai dengan apa yang kita harapkan.  Dan cobalah untuk mengendalikan takdir. Berusahalah…,,  karena– seperti firman-Nya “Allah tidak akan mengubah suatu kaum, sebelum kaum itu  yang berusaha merubahnya sendiri”.  (by: David J Swartz dan sedikit modifikasi)

  • artikel sebelumnya klik disini
  • February 9, 2008

    setrasariputra hari ini..

    Filed under: halaman 3

    Setrasariputra hari ini semakin menyenangkan..terlihat pancaran kemilau keceriaan para temen-temen setrasariputra yang asyik bekerja tanpa kenal lelah..Pak warsino (supervisor) memancarkan senyumannya melihat jerih payah-nya selama ini menjaga keutuhan tim setrasariputra ke arah kemapanan yang memadai dan terus berkilau sumringah gigi kuningnya menatap penghargaan yang didapatnya terus-menerus  lewat pujian Pak Freddo(pengelola gdng) yang puas atas kinerjanya..Marjuki ikut tersenyum  dengan dandanan culunnya berdiri disamping Yosi yang bahenol yang sama-sama menjaga lantai 3,terlihat siap menjaga tiap sudut kebersihan lantainya, banyak yang puas atas kerja baiknya..Ery dan Ahmad yang masih kelihatan capek tetep bisa menunjukkan wajah manis dan semangatnya setelah Pak Ardhin(Dir. Biro Umum) menyikapinya dengan pernyataan puas dan bahagia.Kepercayaannya akan kerja mereka dinilai telah cukup untuk tetap terus memperjuangkan hak-hak mereka..Semua menyatakan puas..puas..

    February 5, 2008

    Peringatan Untuk Orang Zaman Dulu

    Filed under: halaman 3

    Temukan betapa hebat dan kreatif Tuhan membuat kita-kita semua seperti ini. Dalam pergaulan bermasyarakat, kita akan mengetahui dan menemukan orang-orang dengan banyak kepribadian. Seseorang seperti Bhotax : spontan, lincah, banyak bicara, humoris, periang – seseorang seperti Ery : tekun, setia, emosional, perfectionis, disiplin – seseorang seperti Ela : ramah, sabar, puas, kekanak-kanakan – seseorang seperti Wisnu : antusias, percaya diri, kuat, keren (muji diri sendiri nih..) . Atau perpaduan dari sifat-sifat tersebut.  Kita juga akan mengetahui bagaimana cara yang sebaik-baiknya untuk menggunakan aset anugerah Tuhan yang unik ini untuk mendatangkan keserasian kedalam semua hubungan. Setelah kita tahu siapa diri kita, dan mengapa kita bertindak demikian, kita bisa memahami jiwa kita, meningkatkan kepribadian, dan belajar menyesuaikan diri dengan orang lain.
    Setiap orang menginginkan hubungan keharmonisan yang lebih baik. Dan butuh amat sangat kesadaran untuk itu. Setelah bergaul dengan banyak orang, kita-pun menyadari  bahwa ada beberapa sifat yang muncul dan ber-efek pada rangsangan diri kita untuk merespon sikap tsb. Memahami orang lain dan menyadari bahwa hanya karena orang lain berbeda tidak  berarti bahwa mereka salah . Kita mempunyai dorongan, kemampuan, dan sifat yang berbeda, dan kita tidak bisa diperlakukan sebagai orang yang sama. Kita dilahirkan dengan serangkaian kekuatan dan kelemahan kita sendiri .
    Wisnu dan Ela bukan dua orang yang sama. Ya..kita berdua memang manusia..tapi bukan manusia yang memiliki sifat yang sama persis. Si Wisnu suka pekerjaan berat dan menantang, enerjik dan cekatan, tapi si Ela bukan tipe orang seperti itu. Ela terlalu lemah untuk melakukan pekerjaan yang menguras banyak tenaga. Dan wisnu harus sadar untuk tidak mengajak Ela mengerjakan pekerjaan kasar itu. Berikan pekerjaan lain yang cocok untuknya, yang jauh dari kekasaran, dan untuk menjaga kekompakkan dalam bekerja, itulah solusi yang terbaik. Begitu-pun hubungan kerja antara Ery dan Dauz. Butuh kesadaran untuk menyikapi perbedaan.

    Kita masing-masing unik. Orang bijak mengatakan , kita harus menyelidiki diri kita dan menemukan anugerah yang diberikan Tuhan kepada kita, dan menggunakannya hanya untuk pembuktian ketaqwaan kita terhadap-Nya, melalui hubungan yang bersifat horisontal. Hubungan manusia yang memang sudah ada dari dulu.. emoticon






















    Get free blog up and running in minutes with Blogsome
    Theme designed by Riosoft