Sedikit Pesan Kesadaran Buat Temen2x Setrasariputra…
Dalam kehidupan ini, banyak orang terikat dengan kekayaan, ketenaran, percintaan, status sosial, pekerjaan yang nyaman, dan kenikmatan duniawi lainnya. Itu semua membuat mereka tidak bisa hidup. Mereka merasa "bisa hidup" apabila dibekali semua kenikmatan hidup itu. Oleh karena itu , mereka senantiasa hidup dalam keadaan stres dan ketakutan akan kehilangan semuanya. Dengan kedua tangan , mereka mengambil lebih dari dua vas bunga yang mudah pecah. Mereka terus berhati-hati dan takut jika vas bunga itu terjatuh dan pecah. Oleh karena itu , hidup mereka penuh dengan beban dan tekanan.
Kalau kita bisa belajar "let go" atau lepaskan, jiwa kita tidak akan terikat oleh semua kenikmatan duniawai. Kita sadar bahwa semua itu hanya titipan sementara. Kita bersyukur dan menghargai , tetapi tidak boleh melekat dengannya. Dengan demikian , hidup kita pasti akan terasa lebih bahagia dan nikmat.
Orang yang pandai mencari kenikmatan hidup dalam proses perjuangan hidup mereka sajalah yang dapat merasakan hidup ini penuh warna, berarti, dan luar biasa. Walaupun penuh dengan ujian dan tantangan, tetapi jika mereka menyikapinya dengan positif, merekalah yang akan benar2x menikmati proses hidup itu.
Yaa… Keadaan ini memang harus direlakan . Setelah kejadiann ini suasananya memang agak sedikit berubah. Tidak seperti dulu yang selalu bergelak tawa, bercengkeraman harmonis, yang selalu membuat suasana menjadi hangat. Sekarang, sudah tidak ada lagi guyonan khas Botax yang selalu membuat ramai suasana. Galaknya Pak Warsino ketika sedang melihat gw sedang asyik tidur di pantry bareng Pak Usman. Muka culunnya Bariah, gaya sok tahunya Riky, sangarnya omelan Ery ketika sedang memelototi Dauz yang malah asyik-asyik makan (bukannya kerja) , nasehat-nasehat Pak Amsar yang selalu membuat hati gw damai, gaya kekanak-kanakkan Ela yang gampang banget gw kadalin. Dan takutnya temen2x Setrasariputra ketika Pak Adi dan Pak Ardhin (Biro Umum) mengecek hasil kerja lantai per lantai.
Yupz… Minggu-minggu penyibukan. Semua berkemas, rapikan peralatan , awas jangan ada yang tertinggal, jangan lupa berpamitan– untuk meninggalkann kesan harmonis. Simpan semua kenangan, dan tetap tersenyum. Tariklah napas dalam-dalam untuk memasrahkan segala sesuatu pada-Nya. , karena hanya itulah semangat terakhir yang bisa kita lakukan. Yah … minimal dalam upaya proses pendewasaan diri. Dan jangna lupa bermaaf-maafan untuk semuanya, jangan sampai kepergian kita meninggalkan dosa yang masih bersarang di hati , dan belum terhapuskan. 
