Positif Yang Di Bawa Sampai Ke Ujung Yang Ekstrim Menjadi Negatif
Dalam diri kita masing-masing ada kebaikan dan keburukan—kita punya ciri khas yang positif dan ciri khas yang menghasilkan tanggapan negatif dari orang lain. Cukup sering ciri khas yang sama bisa merupakan plus dan minus , menurut tingkatannya, dan banyak positif kalau dibawa sampai ke ujung yang ekstrim menjadi negatif.
Kemampuan besar yang dimiliki si Bothax untuk melangsungkan percakapan yang mengasyikkan apakah mengenai leluconnya atau kelakarnya merupakan segi plus yang membuat iri hati orang lain. Tetapi kalau dibawa sampai ke ujung yang ekstrim si Bhotax bicara terus-menerus , memonopoli, menyela, dan menyimpang terlalu jauh dari kebenaran.
Pemikiran analitis yang mendalam dari seorang Ery yang disiplin merupakan ciri khas yang jenius, banyak dihormati oleh mereka yang pikirannya lebih dangkal., Bakat Ery untuk kepemimpinan yang cepat dan tajam sangat diperlukan dalam setiap tahap kehidupan pada zaman sekarang, tetapi kalau dibawa sampai titik yg ekstrim, si Ery jadi sok berkuasa , mendominsi dan manipulatif.
Si Dauz berteriak meminta pertolongan ketika Ery meluapkan kemarahan padanya. Laki-laki itu hampir ternga-nga selama 5 menit , akibat kena kebrutalan emosi Ery. “gila nu..si ery galak bgt ..sadis..padahal gw Cuma salah sedikit..”
Hi..hi..hi.. ya gitulah Ery…
Sementara kita meninjau satu per satu setiap watak seseorang, dan menyelidikinya, kemudian merenungkan watak-watak kita. Berikutnya kita harus menaruh perhatian khusus pada titik ekstrim perilaku yang menyinggung perasaan orang lain, dan akhirnya berjanji kepada diri sendiri bahwa kita akan membaktikan sumber daya dalam diri kita untuk kebaikan bersama.
Masih ingat semua pahlawan besar dalam karya yang tertulis di buku sejarah yang kita pelajari : Sultan Agung, Sudirman, Soekarno. Soeharto, Ce Guevara,.. mereka semua orang besar yang menuai prestasi, tetapi masing-masing dari mereka punya “cacat tragis” yang menyebabkan kejatuhannya.
Kita masing-masing punya darah pahlawan dalam pembuluh kita, dan alangkah menariknya menemukan kekuatan kita dan menggunakannya dengan bijaksana. Seperti orang zaman dahulu, kita pun punya “cacat tragis” yang kalau dibiarkan tidak diperbaiki, bisa mengakibatkan kejatuhan bagi kita..marilah kita masing-masing mempelajari diri kita secara realistis dan perbaikilah sebelum terlambat.
