March 19, 2008

Pikiran Dan Lingkungan..

Filed under: halaman 2

Pikiran adalah organ yang menakjubkan. Jika pikiran kita bekerja satu arah, ia dapat membawa kita menuju keberhasilan yang luar biasa. Akan tetapi, pikiran yang beroperasi secara berbeda dapat mengakibatkan kegagalan total. Pikiran adalah instrumen paling halus dan paling peka dari semua ciptaan-Nya. Jutaan orang sadar akan gizi. Kita adalah bangsa yang suka menghitung kalori. Kita menghabiskan banyak uang dalam jumlah banyak untuk vitamin, mineral dan makanan bergizi lainnya. Melalui penelitian gizi , tubuh mencerminkan makanan yang masuk ke dalam tubuh. Stamina fisik, daya tahan tubuh terhadap penyakit,  ukuran tubuh, semua berkaitan erat dengan apa yang kita makan.

Tubuh terbentuk dengan apa yang dimakan oleh tubuh. Begitu pula pikiran, pikiran terbentuk dengan apa yang dimakan oleh pikiran. Makanan pikiran bukan apa yang kita beli di toko, atau dalam bentuk kemasan, –tapi makan pikiran adalah lingkungan. ya.. lingkungan kita. Jenis makanan pikiran yang kita santap menentukan perilaku, sikap dan pembentukan kepribadian. Lingkungan mempengruhi perkembangan kepribadian kita.

Pernahkah kita membayangkan akan menjadi orang jenis apa jika kita dilahirkan di tempat bukan  seperti sekarang ini. Makanan jenis apa yang akan kita makan, bahasa apa yang kita gunakan sehari-hari, hiburan macam apa yang kita sukai, teman seperi apa yg akan kita gauli. Dan kemungkinan kita akan menjadi orang yang berbeda secara jasmani seandainya kita tumbuh di negara lain. Perhatikan..semua itu dibentuk oleh lingkungan di sekitar kita. Dan yang lebih penting , besar kecilnya cara berpikir kita, sikap kita, kepribadian kita dibentuk oleh lingkungan tempat tinggal kita. Melalui hubungan keluarga, pertemanan, organisasi yg kita ambil, buku yg kita baca, dan agama–semua mempengaruhi cara berpikir kita dalam proses pemecahan masalah. Pergaulan dengan orang yg negatif membuat kita ikut berpikir negatif. Pergaulan dengan orang yg berpikir positif, menciptakan pola pikir yg positif pula.   Jika lingkungan dapat mempengaruhinya, maka — aturlah lingkungan kita, gunakan lingkungan yg baik untuk perkembangan watak kita. Kita semua setuju,, kita yg sekarang akan terlihat beda dengan kita di masa depan . Melalui pergaulan lingkungan, kita akan tumbuh dan berubah menjadi matang. Dan tingkat perubahan kita , hampir sepenuhnya bergantung pada sisi lingkungan yg akan kita jalani. Maka ,untuk menghasilkan watak yg positif, dan menjunjung tinggi nilai keharmonisan,,  sekali lagi — aturlah lingkungangan kita.

Positif Yang Di Bawa Sampai Ke Ujung Yang Ekstrim Menjadi Negatif

Filed under: halaman 2

Dalam diri kita masing-masing ada kebaikan dan keburukan—kita punya ciri khas yang positif dan ciri khas yang menghasilkan tanggapan negatif dari orang lain. Cukup sering ciri khas yang sama bisa merupakan plus dan minus , menurut tingkatannya, dan banyak positif kalau dibawa sampai  ke ujung yang ekstrim menjadi negatif.
Kemampuan besar yang dimiliki si Bothax untuk melangsungkan percakapan yang mengasyikkan apakah mengenai leluconnya atau kelakarnya  merupakan segi plus yang membuat iri hati orang lain. Tetapi kalau dibawa sampai ke ujung yang ekstrim si Bhotax bicara terus-menerus , memonopoli, menyela, dan menyimpang terlalu jauh dari kebenaran. 
Pemikiran analitis yang mendalam dari seorang Ery yang disiplin merupakan ciri khas yang jenius, banyak dihormati oleh mereka yang pikirannya lebih dangkal., Bakat Ery untuk kepemimpinan yang cepat dan tajam sangat diperlukan dalam setiap tahap kehidupan pada zaman sekarang, tetapi kalau dibawa sampai titik yg ekstrim, si Ery jadi sok berkuasa , mendominsi dan  manipulatif.
Si Dauz berteriak meminta pertolongan ketika Ery meluapkan kemarahan padanya. Laki-laki itu hampir ternga-nga  selama 5 menit , akibat kena kebrutalan emosi Ery. “gila nu..si ery galak bgt ..sadis..padahal gw Cuma salah sedikit..”
Hi..hi..hi.. ya gitulah Ery…
Sementara kita meninjau satu per satu setiap watak seseorang, dan menyelidikinya, kemudian merenungkan watak-watak kita. Berikutnya kita harus menaruh perhatian khusus pada titik ekstrim perilaku yang menyinggung perasaan orang lain, dan akhirnya berjanji kepada diri sendiri bahwa kita akan membaktikan sumber daya dalam diri kita untuk kebaikan bersama.
Masih ingat semua pahlawan besar dalam karya yang tertulis di buku sejarah yang kita pelajari : Sultan Agung, Sudirman, Soekarno. Soeharto, Ce Guevara,.. mereka semua orang besar yang menuai prestasi, tetapi masing-masing dari mereka punya “cacat tragis”  yang menyebabkan kejatuhannya.
Kita masing-masing punya darah pahlawan dalam pembuluh kita, dan alangkah menariknya menemukan kekuatan kita dan menggunakannya dengan bijaksana. Seperti orang zaman dahulu, kita pun punya “cacat tragis” yang kalau dibiarkan tidak diperbaiki, bisa mengakibatkan kejatuhan bagi kita..marilah kita masing-masing mempelajari diri kita secara realistis dan perbaikilah sebelum terlambat.emoticon






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Riosoft